https://tribratanews.polresaru.com- Polres Kepulauan Aru Polda Maluku melaksanakan kegiatan Supervisi Operasi Mantap Praja (OMP) Siwalima 2020 yang dipimpin langsung oleh Ketua Tim KOMBES POL ANDY HARVYN,SIK,MH ( Dir Binmas Polda Maluku) kepada para pejabat utama Polres Kepulauan Aru, Jumat/06/11/2020 pukul 08.00 Wit.

Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan Kapolres Kepulauan Aru AKBP EKO BUDIARTO, S.I.K yang intinya bahwa kunjungan tim sipervisi OMP merupakan kebanggaan bagi Polres Kepulauan Aru, moment ini menjadi motivasi dan dapat memberikan pencerahan, pengarahan dan edukasi untuk pelaksanaan tugas dalam tahapan pilkada.

Tambahnya, Tahapan yang berlangsung saat ini adalah kampanye Paslon, pada awal pelaksanaan kampanye memang kerap terjadi pelanggaran kesehatan namun tidak menimbulkan klaster baru,

Pelaksanaan kampanye hanya dilaksanakan dalam bentuk tatap muka dan dialog, untuk pertemuan terbatas tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan sarana gedung dan tempat tertutup lainya, sehingga para pelaksana kampanye lebih dominan melakukan kegiatan pertemuan tertutup dan dialog dilingkungan pemukiman masyarakat, hal ini kerap menimbulkan pelanggaran protokol kesehatan dengan tidak menjaga jarak karena bercampurnya warga sebagai massa pendukung atau peserta kampanye dengan warga yang menonton.

Lanjut, Upaya-upaya yang dilaksanakan untuk mencegah hal tersebut diantaranya ; menyiapkan APD dalam setiap kampanye guna mendukung terlaksananya protokol kesehatan, melakukan pengecekan setiap lokasi kampanye yang sesuai dengan protokol kesehatan, mendorong ketua tim sukses dan tim kampanye untuk menyiapkan lokasi kampanye yang sesuai standar protokol kesehatan.

Pada kegiatan tersebut juga Ketua Tim Supervisi OMP Siwalima 2020 Polda Maluku KOMBES POL ANDY HARVYN,SIK,MH memberikan arahan yaitu tentang dalam pelaksanaan supervisi tidak ada masalah, harapanya bahwa pilkada berjalan aman,damai dan sejuk, untuk mewujudkan itu butuh proses,dengan sistem yang berjalan dengan baik dan Polres Kepulauan Aru sudah menjalankan dengan baik.

Lanjut, “Netralitas Polri sudah disampaikan oleh Kapolri da Kapolda Maluku bahwa Polri harus netral tidak terlibat politik praktis berupa mengarahkan, mengkondisikan atau konsultan”.

Sekali tidak netral maka akan dimanfaatkan oleh kelompok lain untuk membuat situasi menjadi tidak menentu. Jika ada Bhayangkari terlibat dalam Parpol dibolehkan, namun jangan menggunakan atribut, tidak memanfaatkan Ibu-ibu Bhayangkari atau beraktifitas dalam satuan, tidak membawa nama bhayangakri dan polri atau atribut lain yang mengarah ke institusi polri, Profesioanl dalam pelaksanaan tugas pengamanan pilakda, -Peraturan terkait Pilkada agar semua dapat memahaminya termasuk semua personel dapat membaca regulasi yang ada sebagai pengetahuan dan sekaligus bekal dalam pelaksanaan tugas, Permasalahan pandemi covid-19 membawa dampak yang besar termasuk dalam giat politik, karena semua giat politik diikat dengan peraturan Covid untuk mencegah munculnya klaster baru yang berkaitan dengan giat tahapan politik.

Kedepan akan ada BKO dari Brimob dan Polda, manfaatkan mereka sebaik baiknya, arahkan mereka supaya mengerti tugas dan tanggung jawab mereka selama mereka berada disini,yang jelas bahwa dimulai dari kegiatan preemtif dan prefentiif. Yang aka ditugaskan sebagai pam TPS agar diarahkan dengan baik agar mereka paham dengan baik tentang tupoksinya, jangan sampai mereka menjadi pemicu di TPS karena ketidak tahuanya tentang tupoksi mereka.

Berbagai keributan dalam kampanye termasuk interfensi dalam berbagai hal itu hal biasa dan sering terjadi dalam moment politk, yang terpenting adalah menjaga profesional dan tugas, imbuhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini